Rabu, 15 April 2015

Teknik Memulai Usaha

Teknik Memulai Usaha


BAB I

Pendahuluan


1.1 Latar belakang
Peluang sebenarnya ada di sekeliling kita, hanya saja ada beberapa individu yang mampu melihat situasi sebagai peluang, tetapi ada juga  yang tidak. Hal ini disebabkan faktor informasi yang dimilikinya.Informasi memungkinkan seseorang mengetahui  bahwa peluang ada saat orang lain tidak menghiraukan situasi tersebut. Akses terhadap informasi dipengaruhi oleh pengalaman hidup dan hubungan sosial .

Disamping pegaruh lingkungan hidup dan sosial tersebut,sebagai wirausaha kita juga dituntut mempunyai keberanian untuk menanggung kemungkinan resiko yang akan didapat setelah melakukan usaha tersebut.

1.2 Rumusan masalah
a. Langkah – langkah memulai usaha
b. Konsep memulai suatu usaha
c. Cara memulai suatu usaha
d. Hal yang perlu diperhatikan jika memulai suatu usaha

1.3 Tujuan
Agar kita dapat lebih memahami tentang kewirausahaan , bagaimana cara memulai suatu usaha, langkah apa saja yang dapat kita lakukan sebagai pengusaha pemula atau pengusaha yang baru merintis suatu usaha.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Langkah-langkah Memulai Usaha Baru

    1. Mengenali peluang usaha

a. Pengalaman hidup
     Pengalaman hidup memberikan akses yang lebih mengenai informasi dan pengetahun mengenai penemuan peluang. Dua aspek dari pengalaman hidup yang meningkatkan kemungkinan seseorang menemukan peluang yaitu fungsi kerja dan variasi kerja.

b. Hubungan sosial
     Sebuah langkah penting dimana seseorang mendapatkan informasi dari interaksi dengan orang lain. Beberapa ahli menyarankan ketika seorang takut berwirausaha secara sendirian, maka mengawali usaha secara kelompok adalah alternative. Oleh karenanya, kualitas dan kuantitas dalam interaksi sosial akan lebih memungkinkan individu akan membuat kelompok dalam berwirausaha. Informasi yang penting ketika akan memulai usaha adalah informasi mengenai lokasi, potensi pasar, sumber modal, pekerja, dan cara pengorganisasiannya. Kombinasi antara jaringan yang luas dan kenekaragaman latar belakang akan mempermudah mendapatkan informasi tersebut.

2.  Optimalisasi Potensi diri
      Setelah mengenai peluang usaha maka harus dikombinasikan dengan potensi diri. Keunggulan kompetitif apa yang dimiliki. Yang sering terjadi di masyarakat kita adalah memilih usaha yang sedang trend saat itu. Hal ini sah-sah saja tetapi ketika dalam proses perkembangan tidak membuat inovasi, maka akan sulit bersaing.
       Jika yang usaha itu adalah dibidang perdagangan,maka kita harus memiliki skill di bidang itu. Jika kita  tidak mempunyai keunggulan kompetitif misalnya layanan purna jual, harga yang bersaing, ataukah layanan secara umum baik, maka sulit akan berkembang. Orang akan tertarik membeli produk yang kita buat karena  adanya pelayanan yang baik kepada konsumen. Sebagian besar karena informasi yang telah didapatkan sebelumnya apakah dari mulut ke mulut ataukah dari koran.
     Selain potensi diri dalam arti pengetahuan yang kita miliki, maka masih perlu mengoptimalkan aspek motivasi dan kepribadian. Ada beberapa kaharakteristik yang mendorong kesuksesan usaha. Oleh karena itu kita harus mengetahui terlebih dahulu potensi yang ada pada diri kita untuk memulai suatu usaha agar sesuai dengan yang kita inginkan.

3. Fokus dalam bidang usaha
    Dalam memulai sebuah usaha atau inovasi dilakukan untuk terfokus dimulai dari yang kecil berdasarkan sumberdaya yang kita  miliki. Misalnya memulai usaha rantangan untuk anak kost karena tinggal di sekitar kampus, kemudian karena basic knowledge di bidang pengolahan makanan, kemudian berkembang menjadi catering,dll . dalam hal ini kita harus fokus pada usaha kita dan tidak menyepelekannya jika catering ini memang menjadi usaha yang kita minati.

4. Berani memulai
    Dunia kewirausahaan adalah dunia ketidakpastian sementara informasi yang dimiliki oleh yang akan memulai usaha sedikit. Oleh karenanya, ‘sedikit agak gila’  (overconfidence) dan berani mengambil resiko adalah sangat perlu dilakukan. Lakukan dulu, Jalani dulu, Jika ada kesulitan, baru dicari jalan keluarnya.

B. Konsep Memulai suatu usaha

    1. Di butuhkan suatu keberanian
     Berani malu kalau usaha yang kita bangun ternyata tidak di respon oleh pasar yang kitabidik. Berani rugi kalau ternyata usaha pertama kita mengalami kerugian yang berarti, karenakita salah perhitungan.
     Tanpa adanya sebuah keberanian, kita tidak akan pernah tau, kalau teori dan pengetahuan yang anda tampung selama ini, ternyata sudah usang dan tidak jitu lagi untuk di gunakan sebagai sandaran dalam berusaha.
     Disiplin ilmu dan pengetahuan, yang khusus mengupas masalah-masalah memulai dan mengelolah suatu usaha, tentu saja masih kita butuhkan sebagai sarana atau alat yang bisa membantu kita membangun dan mengembangkan suatu usaha. Pengetahuan tersebut bisakita jadikan kerangka berfikir yang benar dan terstruktur.
     Tapi kita juga perlu melakukan uji coba. kita perlu melakukan tindakan nyata. Dengan begitu kita akan lebih paham dan mengerti, letak-letak kelemahan dan kekuatan suatu trik dan tips dalam membangun dan mengembangkan suatu usaha atau bisnis yang sedang kitabangun tersebut.

    2. Keahlian khusus
        Untuk memulai sebuah usaha diperlukan sebuah keahlian yang sesuai dengan usaha yang akan kita geluti dan untuk memulainya tersebut terdapat beberapa cara sehingga kita bisa memiliki sebuah usaha yang sesuai dengan budget dan keinginan kita dan kesanggupan kita.

C. Cara Memulai suatu usaha
     Cara untuk memulai suatu usaha baru :
     1. Mendirikan usaha baru
    Memulai suatu usaha yang baru dan harus mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan badan usaha, mulai dari akte notaris sampai ke pengadilan negeri (Departemen Kehakiman), kemudian mengurus izin – izin yang dibutuhkan serta mencari lokasi yang tepat untuk usahanya.
     
     2. Membeli perusahaan
     Memulai suatu usaha dengan cara membeli suatu perusahaan yang sudah ada dan sedang berjalan atau sedang tidak aktif tetapi masih memiliki badan usaha dengan cara membeli saham perusahaan tersebut.

     3. Kerja sama manajemen
     Dengan sistem warlaba (Franchising) Usaha ini dilakukan dengan cara memakai nama dan manajemen perusahaan lain dan akan mendapat dukungan manajemen dari perusahan induk berupa :
     a) Pemilihan lokasi usaha
     b) Bentuk banguanan
     c) Lay out gedung dan ruangan
     d) Peralatan yang diperlukan
     e) Pemilihan karyawan
     f) Penentuan atau penyediaan bahan baku atau produk - Iklan bersama

    4. Mengembangkan usaha yang sudah ada
     Usaha yang dilakukan dengan cara mengembangkan usaha yang sudah ada, seperti pembukaan cabang baru atau penambahan kapasitas yang lebih besar. Biasanya dilakukan pada perusahaan keluarga

D. Hal yang perlu diperhatikan jika kita ingin memulai suatu usaha
    1. Pertama-tama, temukan apa minatmu. Banyak orang memulai suatu usaha karena latah. Latah memang bagus. Tapi, ingat kalau kita juga harus memperkaya diri dengan pengetahuan seputar usaha yang kita kerjakan. Banyak orang yang berhasil karena hobi. Jadi, temukan apa yang menjadi minatmu, lalu pikirkan bagaimana dia bisa memberikanmu penghasilan.

    2. Setelah itu, cari kebutuhan pasar. Lihat juga daya belinya. Dari sini kita bisa menentukan target pasar kita. Pasar mana yang bisa kita masuki dengan usaha yang akan kita kerjakan. Kemudian hitung berapa kisaran modal yang akan dikeluarkan.

    3. Jika sudah, ingatlah untuk memulai dari hal yang kecil dulu. Misal: saya ingin punya restoran. Kebetulan saya suka dan bisa memasak. Tapi modal saya sedikit. Maka, jangan memaksakan diri! Usaha rumahan umumnya sukses karena mulai dari nol.

        Mulai dari berjualan di depan rumah. Kemudian, terima pesanan, beli kios untuk usaha nasi uduk tersebut. Ini bisa terjadi karena kita membuat target penjualan. Jika hari ini saya bisa menjual 10 bungkus nasi uduk, maka besok saya ingin bisa menjual 12 bungkus. Begitu seterusnya.

    4. Dalam pelaksanaannya pun, sebaiknya jangan bermimpi terlalu muluk. Maksudnya jangan memasang target berlebihan sehingga kita tidak bisa mencapainya. Yang dihasilkan malah stress dan putus asa. Modal habis sementara usaha tidak bisa lagi berjalan. Pelanggan komplain, salah-salah kita bisa dituntut karena tidak bisa menunaikan janji kepada pelanggan.

    5. Hal lainnya yang bisa dilakukan adalah mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran setiap hari. Jangan lupa mencatat para pemesan berikut alamat dan nomor telepon. Ini sangat membantu dalam mengembangkan usaha kita. Karena kalau kita ingin menyebar informasi baru tentang usaha kita, maka catatan inilah yang paling membantu.

    6. Neraca keuangan usaha dengan dana rumah tangga juga tidak boleh dicampur. Bahaya,Karena keuangan yang tercampur bisa membuat usaha bangkrut. Maklum, bisa jadi modal yang kita siapkan malah habis dan usaha pun sulit untuk berjalan.

    7. Jangan lupa melakukan promosi. Orang yang tinggal di sekitar kita tidak akan tahu kalau kita berdagang kalau tidak ada yang memberitahu.

    8. Kalau kita sudah memperhatikan semua poin diatas, maka langkah selanjutnya adalah hal yang paling sulit dalam menjalankan usaha, yaitu: selalu mempelajari kebutuhan pasar dan mempertahankan kualitas (baik produk maupun kinerja).


BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN
Dalam memulai sebuah usaha, langkah awal yang harus kita lakukan adalah mengenali peluang usaha . dengan adanya peluang ini barulah kita akan mentyetarakan dengan potensi yang kita miliki agar kita bisa  menentukan usaha apa yang bakal kita jalani.

Setelah menentuka usaha yang kita jalani, kita harus fokus pada bidang yang telah kita tentukan tersebut dan tidak plin plan agar usaha berjalan sukses. Dan hal selanjutnya adalah berani memulai usaha tersebut, bukan hanya difikirkan saja  tapi harus direalisasikan.

Dalam memulai usaha ini kita bisa melakukan berbagai cara, diantaranya mendirikan sendiri, membeli perusahaan lain atau kerjasama dengan orang lain dalam melakukan perintisan usaha. Dengan begitu kita akan berkembang menuju karir sebagai pengusaha yang berhasil.